RSS

PERNIKAHAN


Berpasangan kalian telah diciptakan

Dan selamanya kalian akan berpasangan

Bersamalah kalian tatkala Sang Maut merenggut hidup

Ya, bahkan bersama pula kalian, dalam ingatan sunyi Tuhan

Namun biarkan ada ruang di antara kebersamaan itu

Tempat angin surga menari-nari di antara kalian


 

Bercinta kasihlah, namun jangan membelenggu cinta

Biarkan cinta itu bergerak senantiasa, bagaikan air hidup

Yang lincah mengalir antara pantai kedua jiwa


 

Saling isilah gelas minumanmu, tapi jangan minum dari satu gelas

Saling bagilah rotimu, tapi jangan makan dari piring yang sama

Bernyanyi dan menarilah bersama, dalam segala suka cita

Hanya, biarkan masing-masing menghayati ketunggalannya

Tali rebana masing-masing punya hidup sendiri

Walau lagu yang sama sedang menggetarkannya


 

Berikan hatimu, namun jangan saling menguasakannya

Sebab hanya Tangan Kehidupan yang akan mampu mencakupnya

Tegaklah berjajar, namun jangan terlampau dekat

Bukankah tiang-tiang candi tidak dibangun terlalu rapat?

Dan pohon jati serta pohon cemara

Tiada tumbuh dalam bayangan masing-masing


 

Kahlil Gibran


 


 


 


 


 


 

Minggu Terakhir Kuliah Kelas


Ga kerasa!!!
Minggu depan udah minggu terakhir buat kuliah kelas...
Abis ini, semua pada sibuk KKNP sama Skripsinya masing-masing.....
Hhhhh...
Jujuuurr.. ada rasa haru dan enggan...
Pasti bakal kangen banget dengan segala keribetan yang pernah terjadi.....
Pas kuliah, pengen cepet-cepet kelar....
Uda mau kelar, malah rasae berat.....
Dasar manusia....
Yang jelas bakal kangen banget sama semua..... 

Hari Buruh


Selamat Hari Buruh!!!!!
Bukan gara-gara aq ngambil mata kuliah hukum perburuhan ne.. hehehe.. pngen tau tentang hari perburuhan, jadi coba ngintip mbak Wiki.. tyuz, tau banyak de,... ne aq bagi...

Hari Buruh pada umumnya dirayakan pada tanggal 1 Mei, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.

Sejarah Hari Buruh

May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.
Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".
Pada tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis, Missouri dan memulai untuk mengorganisasi para tukang kayu. Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari "United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America". Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap Senin Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.
Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.
Pada 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum. Pada 1894. Presider Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September hari libur umum resmi nasional.
Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres merubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.
Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872 [1], menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.

Hari buruh di Indonesia

Indonesia pada tahun 1920 juga mulai memperingati hari Buruh tanggal 1 Mei ini.
Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak kejadian G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.
Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif, karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.
Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.
Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori "membahayakan ketertiban umum". Yang terjadi malahan tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi gerakan komunis.

Raden Ajeng Kartini Part III


Pemikiran Raden Ajeng Kartini

Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).

Surat-surat Kartini juga berisi harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle "Stella" Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.

Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. "...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu..." Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.

Surat-surat Kartini banyak mengungkap tentang kendala-kendala yang harus dihadapi ketika bercita-cita menjadi perempuan Jawa yang lebih maju. Meski memiliki seorang ayah yang tergolong maju karena telah menyekolahkan anak-anak perempuannya meski hanya sampai umur 12 tahun, tetap saja pintu untuk ke sana tertutup. Kartini sangat mencintai sang ayah, namun ternyata cinta kasih terhadap sang ayah tersebut juga pada akhirnya menjadi kendala besar dalam mewujudkan cita-cita. Sang ayah dalam surat juga diungkapkan begitu mengasihi Kartini. Ia disebutkan akhirnya mengizinkan Kartini untuk belajar menjadi guru di Betawi, meski sebelumnya tak mengizinkan Kartini untuk melanjutkan studi ke Belanda ataupun untuk masuk sekolah kedokteran di Betawi.

Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi, terutama ke Eropa, memang terungkap dalam surat-suratnya. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginan Kartini tersebut. Ketika akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi saja setelah dinasihati oleh Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini.
Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi.

Saat menjelang pernikahannya, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku.

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang

Pada 1922, oleh Empat Saudara, Door Duisternis Tot Licht disajikan dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran. Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka. Armijn Pane, salah seorang sastrawan pelopor Pujangga Baru, tercatat sebagai salah seorang penerjemah surat-surat Kartini ke dalam Habis Gelap Terbitlah Terang. Ia pun juga disebut-sebut sebagai Empat Saudara.
 
Pada 1938, buku Habis Gelap Terbitlah Terang diterbitkan kembali dalam format yang berbeda dengan buku-buku terjemahan dari Door Duisternis Tot Licht. Buku terjemahan Armijn Pane ini dicetak sebanyak sebelas kali. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dan bahasa Sunda
Armijn Pane menyajikan surat-surat Kartini dalam format berbeda dengan buku-buku sebelumnya. Ia membagi kumpulan surat-surat tersebut ke dalam lima bab pembahasan. Pembagian tersebut ia lakukan untuk menunjukkan adanya tahapan atau perubahan sikap dan pemikiran Kartini selama berkorespondensi. Pada buku versi baru tersebut, Armijn Pane juga menciutkan jumlah surat Kartini. 
Hanya terdapat 87 surat Kartini dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang". Penyebab tidak dimuatnya keseluruhan surat yang ada dalam buku acuan Door Duisternis Tot Licht, adalah terdapat kemiripan pada beberapa surat. Alasan lain adalah untuk menjaga jalan cerita agar menjadi seperti roman. Menurut Armijn Pane, surat-surat Kartini dapat dibaca sebagai sebuah roman kehidupan perempuan. Ini pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa surat-surat tersebut ia bagi ke dalam lima bab pembahasan.

Raden Ajeng Kartini Part II

Biografi Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879.
Raden Ajeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi[1], maka ayahnya me nikah lagi dengan Raden Ajeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, R.M. Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

Raden Ajeng Kartini

Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan Indonesia !!!!

Syukur alhamdulillah, sampai hari ini, kita sebagai para wanita bisa eksis di NKRI tercinta. Dan tentu saja tidak lain dan tidak bukan, salah satu pelopor Emansipasi Wanita ini adalah Raden Ajeng Kartini (yang setelah nikah jadi Raden Ayu Kartini...)

Dan karena mama tercinta terinspirasi Ibu Emansipasi Wanita Indonesia ini, dengan harapan dan doa kelak di kemudian hari putri bungsunya mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi perempuan-perempuan Indonesia, maka secuil nama Beliau pun tercantum pada namaku...


I luph u Mom, from the bottom of my heart, absolutely....


You are my Kartini ....

Zodiak


Libra
Libra merupakan dewi keadilan. Zodiak Libra dilambangkan dengan seorang wanita yang sedang memegang sebuah timbangan emas.Libra adalah zodiak yang ke-7.
Makna yang terkandung pada timbangan itu adalah: orang yang berada dibawah naungan zodiak libra siap bertindak sebagi burung merpati perdamaian.
Konon, bagi yang memiliki zodiak ini, berada di bawah lindungan dewa yang tidak bisa terlihat oleh mata. Sepertinya, sama sulitnya untuk melihat keadilan itu sendiri.
Kata Libra berasal dari bahasa Romawi kuno yang kerap dipakai sebagai ukuran berat. Sehingga, lambangnya cocok dengan timbangan.

Scorpio
Kalajengking berkaki delapan yang besar-besar dijadikan lambang zodiak ke-8 dalam urutan perbintangan. Bagi yang berzodiak kalajengking, ada di bawah naungan dewa Antares atau Alpha Scorpii.
Menurut legenda yunani, kalajengking inilah yang menjepit kuda-kuda milik Matahari dan anaknya, Paeton. Kuda-kuda itu kalah dan melarikan diri. jadi, kekuatan kalajengking melebihi kekuatan seekor kuda. Itu pula sebabnya, bagi mereka yang berzodiak kalajengking atau scorpio, digambarkan sebagai orang yang kuat, cerdas, dan pantang menyerah.

Sagitarius
Sagitarius masuk dalam urutan zodiak ke-9. Sang pemanah yang digambarkan menjadi lambang zodiak itu, wujudnya berupa campuran antara manusia dengan kuda. Sosoknya digambarkan dari pinggang sampai kepala berupa manusia yang akan membidik panahnya. Sedangkan dari pinggang ke bawah berupa tubuh seekor kuda.
Menurut kepercayaan Yunani, makhluk seperti itu ada yang baik dan ada pula yang jahat. Sisi baiknya, dia mau menolong makhluk lain. tapi jeleknya, dia suka menculik gadis-gadis calon pengantin dari calon suaminya. Zodiak Sagitarius berada dibawah naungan dewa sagitarius.

Capricron
Capricorn adalah zodiak ke-10 berwujud kambing jantan berjanggut. Kadang-kadang sang kambing digambarkan punya ekor. Kambing punya ekor ini ada ceritanya, lho.
Dahulu, di yunani ada dewa bernama Pan. Suatu ketika, dia terpaksa terjun ke air untuk menghindari serangan monster Python. Saat melompat, dia mengubah dirinya menjadi hewan. Konon, bagian tubuhnya yang muncul dipermukaan air berubah menjadi kambing dan bagian yang berada di dalam air menjadi ikan.
Itulah sebabnya, bagi yang berzodiak Capricron, bintang yang melindungi zodiak kalian tidak begitu terang. Hanya terlihat jelas dibulan Agustus.

Aquarius
Zodiak ke-11 ini hubungannya erat sekali dengan air. Bahkan, lambangnya pun melukiskan seorang manusia yang sedang menuangkan air (aqua) dari sungai.
Ceritanya, pada masa itu banjir melanda dimana-mana. Jadi, untuk mengurangi banjir, air itu harus dituang dulu. Itu sebabnya, muncul manusia Aqua, yang jadi tempat berlindung buat kamu yang berbintang Aquarius.

Pisces
Zodiak ke-12 dan juga zodiak terakhir digambarkan sepasang ikan yang sedang berenang. Kedua ikan itu tidak berenang ke satu arah, tapi justru berlawanan arah. Satu melawan arus, satunya lagi mengikuti arus.
Cerita ikan yang berlawanan arah itu berkaitan dengan Aphrodite si dewi cinta. Aphrodite bersama Eros, temannya, harus menyelamatkan Typhon, monster berbentuk campuran ular dan manusia dari serangan berbahaya. untuk menyelamatkan Typhon, Aphrodite dan Eros harus mengubah diri menjadi ikan. Typhon akhirnya selamat. Pisces itulah gambaran Aphrodite dan Eros.

Aries
Aries merupakan zodiak yang muncul pertama kali. Konon, Aries digambarkan sebagai domba jantan atau biasa disebut Ram.Domba jantan itu dianggap sebagai jelmaan dari Dewa Mesir kuno bernama Amon. Dalam mitologi Yunani. Zodiak ini digambarkan sebagai domba yang bertanduk emas.
Ceritanya, domba jantan itu dikorbankan untuk menyelamatkan seorang pangeran. Pangeran itu selamat. Karena pengorbanannya, Raja Zeus menempatkan sang domba dilangit sebagai bintang. Bintang itulah yang kemudian diberi nama Aries.

Taurus
Zodiak Taurus yang dilambangkan dengan Banteng jantan, merupakan zodiak kedua. Menurut mitologi Yunani, banteng itu penjelmaan dari Dewa Zeus yang suka mengubah-ngubah dirinya. Pada jaman lampau, Zeus digambarkan sebagai penguasa kerajaan yunani. Zeus sangat kuat dan termasyhur. Selain itu, dia juga bijaksana. Kata Taurus berasal dari nama bintang Aldebaran yang disebut juga Alpha Tauri, yaitu bintang yang sangat cemerlang. Cahaya bintang yang kuat dan hebat ini cocok dengan gambaran Zeus yang hebat itu.

Gemini
Gemini merupakan zodiak ke-3. Zodiak ini digambarkan dengan sepasang anak kembar. Lambang Zodiak tersebut memiliki banyak arti. Menurut Astrologi Mesir, Gemini dilambangkan dengan sepasang ayam jago kembar. Kekembaran ini, menurut metologi Yunani, dihubungkan dengan si kembar Romulus dan Remus, pendiri kota Roma.
Menurut cerita, mereka yang berbintang Gemini berada di bawah naungan dua dewa, yaitu castor dan Pollux. Atau bisa pula disebut Alpha dan beta Geminorum. nah, dari kata Geminorum inilah muncul zodiak gemini.

Cancer
kepiting atau C rab merupakan lambang zodiak Cancer. Sebagai zodiak ke-4, kepiting menggambarkan seekor makhluk yang sangat keras karena harus berjuang mempertahankan hidupnya. Menurut kepercayaan Yunani, kepiting ada hubungannya dengan dewa Hercules.
Kisahnya, dahulu kala kepiting pernah mencepit Hercules. Waktu itu, Hercules sedang berkelahi melawan Hera, isteri Zeus. Meski kepiting tidak menang, toh Hera sangat berterima kasih padanya karena menolongnya melawan Hercules. Akhirnya, kepiting diberi penghargaan. Dia ditempatkan dilangit sebagai salah satu bintang.

Leo
Lambang zodiak ke-5 adalah singa. Binatang buas ini dihubungkan dengan Nemean, singa yang berhasil ditaklukkan Hercules. Sebagai cowok yang perkasa, Hercules digambarkan bisa mengalahkan musuh - musuhnya dengan mudah. Bahkan, sejak bayi, hercules sudah sakti mandraguna. Waktu itu, dia bisa mengalahkan seekor ular yang sangat besar.
Keperkasaan hercules itulah membuat orang yang berada dibawah naungan zodiak leo juga kuat dan perkasa.Leo berada di bawah naungan dewa Regulus atau Aplha leonis. Mungkin, nama leo diambil dari kata "Leonis" itu.

Virgo
Nama zodiak ke-6 itu digambarkan sebagai dewi yang kerap bertindak menjadi pelayan. Pelayan yang dimaksud bukan sembarang pelayan, lho! Pelayan itu berwajah cantik, berambut emas, berjubah putih, dan membawa seikat gandum.
Menurut kepercayaan Babilonia kuno, gadis pelayan tersebut dianggap sebagai dewi kesuburan. Orang yunani menganggapnya sebagai dewi panen. Virgo berasal dari kata Virgin, yang artinya gadis perawan. bagi mereka yang berbintang virgo, mereka berada dibawah naungan Spica alias Alpha Virginis.
Copyright 2009 cZ Life sO wonderfuL. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy